Pengertian Belajar Lengkap Dengan Contoh, Tujuan, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Apaitupengertian.com – Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu belajar dalam banyak hal. Bisa belajar di sekolah untuk menambah wawasan, belajar memasak, belajar bermain musik dan lain sebagainya. Lalu apa yang dimaksud dengan belajar?

Pada artikel kali ini kami akan membahas lebih jauh seputar pengertian belajar, baik definisi secara umum maupun menurut pendapat ahli. Selain itu juga akan dibahas, contoh belajar, tujuan belajar, berikut ciri-cirinya. Silakan simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu proses atau upaya yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, sikap, keterampilan dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang sudah dipelajari.

Selain itu belajar juga bisa diartikan sebagai semua aktivitas psikis yang dilakukan oleh setiap individu sehingga tingkah lakunya berbeda antara sebelum dan sesudah belajar. Perubahan tingkah laku atau tanggapan ini karena adanya pengalaman beru, mempunyai kepandaian atau ilmu setelah belajar dan juga aktivitas berlatih.

Tidak sebatas itu saja, belajar juga bisa dimaknai sebagai suatu proses perubahan kepribadian seseorang dimana perubahan itu dalam bentuk peningkatan kualitas perilaku. Seperti peningkatan keterampilan, pengetahuan, pemahaman, daya pikir, sikap dan berbagai kemampuan lainnya.

Definisi Belajar Menurut Para Ahli

Ada beberapa ahli yang mengemukakan pendapat mengenai pengertian belajar. Untuk lebih jelasnya silakan simak pendapat masing-masing ahli berikut:

M. Sobry Sutikno

Menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dalam hal ini perubahan merupakan hal yang dilakukan secara sadar atau disengaja dan bertujuan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya.

Thursan Hakim

Sementara Thursan Hakim menjelaskan definisi belajar sebagai suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia yang ditunjukkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku. Seperti peningkatan pengetahuan, sikap kecakapan, pemahaman, kebiasaan, keterampilan, daya pikir dan kemampuan lainnya.

Skinner

Skinner menjelaskan bahwa belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlaku secara progresif.

C.T. Morgan

Menurutnya, belajar merupakan suatu perubahan yang relatif dalam menetapkan tingkah laku sebagai akibat atau hasil dari pengalaman yang telah lalu.

Hilgard & Bower

Definisi belajar menurut Hilgard dan Bower adalah perubahan tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi tersebut.

Tujuan Belajar

Tujuan utama dari belajar adalah untuk mendapatkan dan meningkatkan tingkah laku manusia dalam bentuk keterampilan, pengetahuan, sikap positif dan kemampuan-kemampuan lainnya. Secara umum tujuan belajar ada tiga macam, antara lain:

Untuk Mendapat Pengetahuan

Hasil kegiatan belajar bisa ditandai dengan peningkatan kemampuan berpikir seseorang. Selain pengetahuan baru, proses belajar juga akan membuat kemampuan berpikir seseorang menjadi lebih baik.

Dalam hal tersebut pengetahuan akan meningkatkan kemampuan berpikir seseorang, begitu juga sebaliknya. Kemampuan berpikir akan berkembang lewat ilmu pengetahuan yang dipelajari. Dengan begitu pengetahuan dan kemampuan berpikir menjadi hal yang tak terpisahkan.

Menanamkan Konsep dan Keterampilan

Keterampilan yang dimiliki seseorang berawal dari proses belajar. Penanaman konsep memerlukan keterampilan, baik keterampilan jasmani maupun rohani. Dalam hal ini, keterampilan jasmani adalah kemampuan individu dalam penampilan dan gerakan yang bisa diamati. Keterampilan ini berhubungan dengan hal teknis atau pengulangan.

Sementara keterampilan rohani cenderung lebih kompleks. Alasannya keterampilan ini bersifat abstrak. Keterampilan rohani berhubungan dengan cara berpikir, penghayatan dan kreativitas yang bisa menyelesaikan masalah atau membuat suatu konsep.

Membentuk Sikap

Belajar juga bisa membentuk sikap seseorang. Artinya pembentukan sikap mental seseorang sangat berhubungan dengan penanaman nilai-nilai sehingga menumbuhkan kesadaran di dalam dirinya.

Dalam proses menumbuhkan sikap mental, perilaku dan pribadi seseorang, guru harus melakukan pendekatan yang bijak dan hati-hati. Seorang guru harus mampu menjadi contoh bagi orang yang mereka didik dan mempunyai kecakapan dalam memberikan motivasi dan mengarahkan berpikir.

Ciri-Ciri Belajar

Proses belajar bisa diamati melalui beberapa karakteristiknya. Setidaknya ada lima ciri-ciri belajar yang bisa kita kenali, antara lain:

  1. Perubahan yang didasari dan disengaja (intensional) 

Ciri tersebut menjelaskan bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku yang disadari atau disengaja oleh individu tersebut. Dia juga menyadari hasil dari perubahan tersebut. Individu tersebut memahami bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan atau keterampilan dari hasil iya belajar.

  1. Perubahan yang berkesinambungan (kontinu)

Perubahan yang berkesinambungan memiliki arti bahwa perubahan yang terjadi pada individu merupakan perubahan lanjutan dari keterampilan, pengetahuan yang telah dia miliki sebelumnya. Misalkan : Si X sudah memiliki pengetahuan tentang penjumlahan dan pengurangan, kemudian dia belajar tentang perkalian dan pembagian. Maka dia dapat memanfaatkan pengetahuan terdahulunya untuk mempelajari pengetahuan barunya. 

  1. Perubahan yang fungsional

Hasil dari perubahan belajar adalah perubahan yang fungsional, artinya hasil dari perubahan tersebut berguna. Hasil perubahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masa sekarang atau yang akan datang, Misalkan seorang mahasiswa fakultas pendidikan mempelajari mata kuliah teori pembelajaran, suatu saat materi tersebut akan bermanfaat untuk keperluannya menjadi guru.

  1. Perubahan yang bersifat positif

Belajar adalah terjadinya perubahan pada diri individu, perubahan tersebut harus bersifat positif atau kearah kebaikan. Jika sebaliknya maka itu bukan belajar. Misal: Seorang guru yang belajar tentang tipe tipe cara belajar anak. Setelah dia belajar dia paham bahwa setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda, sehingga kini dia selalu menggnakan metode yang disesuaikan dengan siswa untuk belajar mereka.

  1. Perubahan Bersifat Aktif

Hal ini berarti bahwa perubahan yang terjadi pada individu akibat belajar diperoleh dari kegiatan aktif individu tersebut untuk mendapatkan hasil dari perubahan tersebut.

  1. Perubahan yang bersifat permanen

Hasil belajar merupakan hasil yang permanen. Jadi orang dikatakan belajar jika dia memperoleh perubahan tingkah laku yang sifatnya permanen (bertahan lama). Misalnya seorang mahasiswa yang belajar tentang komputer, kemudian dia bisa mengoperasikan komputer. Kemampuan tersebut selanjutnya bertahan untuk waktu yang lama.

  1. Perubahan yang terjadi berarah atau bertujuan

Seseorang dikatakan belajar jika ia sadar, termasuk dikatakan sadar jika ia punya tujuan. Jadi belajaar harus terarah untuk meraih tujuan. Misalnya seseorang yang belajar bermain bola, ia punya tujuan agar mahir bermain sepak bola atau punya kehidupan yang sehat.

  1. Perubahan prilaku secara keseluruhan

Maksudnya adalah bahwa hasil dari belajar mempengaruhi perubahan secara keseluruhan individu. Tidak hanya pengetahuannya yang berubah, tetapi juga keterampilan dan sikapnya.

Dari ciri-ciri di atas, bisa disimpulkan bahwa belajar adalah adanya perubahan yang terjadi secara sadar. Dimana tingkah laku seseorang menjadi lebih baik dan sifatnya menetap sebagai hasil dari latihan dan pengalaman.

Jenis-Jenis Belajar

Ada delapan jenis belajar yang biasa dilakukan oleh manusia. Seperti belajar rasional, belajar abstrak, belajar keterampilan dan lain-lain. berikut adalah penjelasan masing-masing jenis belajar tersebut.

  1. Belajar Abstrak (Abstract Learning)

Belajar abstrak pada dasarnya adalah belajar dengan menggunakan cara – cara berpikir abstrak. Tujuannya ialah memperoleh pemahaman serta pemecahan yang tidak nyata. Dalam mempelajari hal – hal yang abstrak peranan akal atau rasio sangatlah penting. Begitu pula penguasaan ata prinsip – prinsip dan konsep – konsep. Termasuk dalam jenis ini, misalnya, belajar tauhid, astronomi, kosmografi, kimia, dan matematika.

  1. Belajar Keterampilan (Skill Learning)

Belajar keterampilan merupakan proses belajar yang bertujuan memperoleh keterampilan tertentu dengan menggunakan gerakan – gerakan motorik. Dalam belajar jenis ini, proses pelatihan yang intensif dan teratur sangat diperlukan. Termasuk belajar dalam jenis ini, misalkan belajar cabang – cabang olah raga, melukis, memperbaiki benda – benda elektronik. Bentuk belajar keterampilan ini disebut juga latihan atau training.

  1. Belajar Sosial (Social Learning)

Belajar sosial adalah belajar yang bertujuan memperoleh keterampilan dan pemahaman terhadap masalah – masalah sosial, penyesuaian terhadap nilai – nilai sosial dan sebagainya. Termasuk belajar jenis ini misalnya belajar memahami masalah keluarga, masalah penyelesaian konflik antaretnis atau antarkelompok, dan masalah – masalah lain yang bersifat sosial.

  1. Belajar Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Belajar adalah terjadinya perubahan pada diri individu, perubahan tersebut harus bersifat positif atau kearah kebaikan. Jika sebaliknya maka itu bukan belajar. Misal: Seorang guru yang belajar tentang tipe tipe cara belajar anak. Setelah dia belajar dia paham bahwa setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda, sehingga kini dia selalu menggnakan metode yang disesuaikan dengan siswa untuk belajar mereka.

  1. Belajar Rasional (Rational Learning)

Belajar rasional adalah belajar dengan menggunakan kemampuan berpikir secara logis atau sesuai dengan akal sehat. Tujuannya ialah memperoleh beragam kecakapan menggunakan prinsip – prinsip dan konsep – konsep. Jenis belajar ini berkaitan erat dengan belajar pemecahan masalah. Dengan belajar rasional, individu diharapkan memiliki kemampuan rational problem solving, yaitu kemampuan memecahkan masalah dengan menggunakan pertimbangan dan strategi akan sehat, logis, dan sistematis.

  1. Belajar Kebiasaan (Habitual Learning)

Belajar kebiasaan adalah proses pembentukan kebiasaan baru untuk perbaikan kebiasaan yang telah ada. Belajar kebiasaan, selain menggunakan perintah, keteladanan, serta pengalaman khusus, juga menggunakan hokum dan ganjaran. Tujuannya agar individu memperoleh sikap dan kebiasaan perbuatan baru yang lebih tepat dan lebih positif, dalam arti selaras dengan kebutuhan ruang dan waktu atau bersifat kontekstual.

  1. Belajar Apresiasi (Appreciation Learning)
Belajar apresiasi pada dasarnya adalah belajar mempertimbangkan nilai atau arti penting suatu objek. Tujuannya agar individu memperoleh dan mengembangkan kecakapan ranah rasa (effective skills), dalam hal ini kemampuan menghargai secara tepat, arti penting objek tertentu, misalnya apresiasi sastra, apresiasi music, dan apresiasi seni lukis. Dalam mengapresiasi mutu karya sastra, misalnya, seorang individu perlu mengetahui “hakikat keindahan” (estetika) di samping mengetahui hal – hal lain, seperti bentuk ungkapan, isi ungkapan, bahasa ungkapan, dan nilai ekspresinya. Bidang studi agama juga memungkinkan untuk digunakan sebagai alat pengembangan apresiasi individu. Misalnya dalam hal seni baca tulis Al – Quran.
  1. Belajar Pengetahuan (Study Learning)

Belajar pengetahuan dimaksudkan sebagai belajar untuk memperoleh sejumlah pemahaman, pengertian, informasi, dan sebagainya. Belajar pengetahuan juga dapat diartikan sebagai sebuah program belajar terencana untuk menguasai materi pelajaran dengan melibatkan kegiatan investigasi atau penelitian dan eksperimen. Tujuan belajar pengetahuan ialah agar individu memperoleh atau menambah informasi dan pemahaman terhadap pengetahuan tertentu, yang biasanya lebih rumit dan memerlukan kiat khusus dalam mempelajarinya, misalnya dengan menggunakan alat – alat laboratorium dan penelitian lapangan.

Leave a Comment