Pengertian Cerpen: Ciri-Ciri, Jenis, Kaidah Bahasa dan Unsur dalam Cerpen

Apaitupengertian.com – Sejak kecil orangtua atau guru selalu membiasakan kita untuk gemar membaca. Ada banyak sekali media yang bisa dimanfaatkan untuk membiasakan diri membaca. Misalnya cerita pendek atau juga dikenal dengan istilah cerpen.

Satu bacaan ini sangat akrab dalam dunia anak-anak. Tak terkecuali anak remaja maupun orang dewasa. Biasanya cerpen bisa ditemui pada majalah untuk anak-anak. Selain itu juga ada buku yang khusus menyajikan cerpen. Kini kita juga bisa membaca cerpen di internet dengan beragam jenis.

Seperti yang diketahui, jenis cerpen tidak hanya satu macam saja, namun ada beberapa macam. selain itu cerpen juga mempunyai fungsi tertentu. Maka dari itu pada pembahasan ini kami akan mengulas pengertian cerpen. Berikut membahas mengenai ciri-ciri cerpen, jenis, tujuan hingga fungsi cerpen. Kami juga akan membeberkan pengertian cerpen menurut para ahli.

Pengertian Cerpen

Cerita pendek atau cerpen adalah karangan pendek berbentuk prosa yang mengisahkan sepenggal peristiwa yang menyenangkan atau mengharukan, kisah kehidupan tokoh ternama dan mengandung pesan yang tidak mudah dilupakan.

Cerpen adalah salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa dan bersifat fiktif, yang menceritakan atau menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas disertai dengan berbagai konflik dan ada penyelesaian atau solusi dari masalah-masalah yang dihadapi.

Cerpen berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan paralel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Para ahli berbeda pendapat mengenai pengertian cerpen. Meski begitu pada dasarnya pendapat mereka memiliki kemiripan. Untuk lebih jelasnya berikut pendapat ahli soal definisi cerpen.

  • Nugroho Notosusanto

Nugroho Notosusanto menyampaikan pendapat bahwa cerpen adalah cerita yang panjangnya berkisar 5.000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi, yang isinya terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.

  • H. B. Jassin

Definisi cerpen menurut H. B. Jassin adalah sebuah cerita singkat yang harus mempunyai bagian terpenting, meliputi perkenalan, pertikaian dan penyelesaian.

  • Saini

Menurut Saini, cerpen merupakan cerita pendek fiksi atau tidak benar-benar terjadi, namun dapat terjadi kapan saja dan dimana saja dimana cerita ini relatif singkat.

  • A. Bakar Hamid

Bakar Hamid menyatakan bahwa cerpen atau cerita pendek seharusnya dilihat dari kuantitas kata yang digunakan, yaitu antara 500 hingga 20.000 kata, terdapat plot, terdapat satu karakter dan adanya kesan.

Ciri-Ciri Cerpen

Cerpen memiliki ciri-ciri tertentu yang membuatnya bisa dikenali oleh orang. Salah satunya tentu saja dari panjangnya cerita. Sesuai namanya, cerpen memiliki alur cerita yang singkat. Akan tetapi ada ciri-ciri lain selain hal tersebut. Berikut adalah karakteristik cerpen yang bisa kita amati:

  • Panjang karangan ± 3-10 halaman (kurang dari 10.000 kata )
  • Ceritanya singkat, pendek, padat, dan berarti dan lebih pendek daripada novel.
  • Ceritanya fiktif dan rekaan.
  • Penggunaan kata-katanya sangat ekonomis.
  • Habis dibaca sekali duduk.
  • Penokohannya sangat sederhana, singkat, dan tidak mendalam.
  • Beralur tunggal dan lurus

Jenis Cerpen

Cerpen juga bisa dibagi menjadi beberapa jenis. Misalnya jenis cerpen menurut jumlah katanya hingga teknik mengarangnya. Berikut penjelasan selengkapnya yang bisa Anda pelajari.

  • Jenis Cerpen Berdasarkan Jumlah Kata

Jika dilihat dari jumlah katanya, cerpen dibagi menjadi tiga macam, antara lain:

  1. Cerpen mini (flash). Cerpen ini memiliki jumlah kata berkisar 750 sampai dengan 1.000 kata.
  2. Cerpen ideal. Untuk cerpen ideal memiliki jumlah kata yang sedikit lebih banyak. Yakni sekitar 3.000 sampai 4.000 kata.
  3. Cerpen panjang. Dari kedua jenis di atas, cerpen panjang memiliki jumlah kata paling banyak. Yakni hingga 10.000 kata.
  • Jenis Cerpen Berdasarkan Teknik Mengarang

Cerpen juga bisa dibagi berdasarkan teknik mengarangnya. Ada dua jenis cerpen menurut teknik mengarangnya, yakni cerpen sempurna dan cerpen tak utuh.

  1. Cerpen sempurna (perfect/well made short-story). Cerpen sempurna adalah cerpen yang terfokus pada satu tema dengan plot yang jelas dan mempunyai ending yang mudah untuk dimengerti. Cerpen ini biasanya mempunyai sifat konvensional dan berdasarkan pada fakta atau realita. Cerpen jenis ini biasanya disukai oleh kalangan pelajar SMP ke bawah lantaran bahasanya yang enak dibaca dan mudah untuk dipahami. Sehingga pembaca awam bisa memahami cerpen ini dalam tempo kurang dari satu jam saja.
  2. Cerpen tak utuh (slice of life short-story). Cerpen tak utuh adalah cerpen yang tidak fokus pada satu tema saja. Dengan kata lain cerpen ini mengusung tema yang terpencar-pencar atau ada beberapa pembahasan, plot tidak terstruktur dan kadang dibuat mengambang oleh pembuatannya. Cerpen ini mempunyai sifat kontemporer dan ditulis berdasarkan ide-ide atau gagasan yang orisinal, sehingga biasa disebut dengan istilah cerpen ide atau cerpen gagasan. Cerpen ini tergolong sulit untuk dipahami pembaca awam sastra dan perlu dibaca berulang kali supaya mengerti isi yang terkandung dari cerpen ini.

Fungsi Cerpen

Cerpen dibuat tidak hanya untuk sebatas hiburan belaka. Cerpen memiliki setidaknya 5 fungsi, berikut penjelasannya.

  • Fungsi rekreatif: fungsi yang memberikan rasa gembira, senang dan menghibur para pembacanya.
  • Fungsi didaktif: merupakan fungsi yang mengarahkan dan mendidik para pembacanya karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung dalam cerpen tersebut.
  • Fungsi estestis: adalah fungsi yang memberikan keindahan bagi para pembaca karya sastra cerpen.
  • Fungsi moralitas: merupakan fungsi yang memiliki nilai moral, sehingga para pembaca bisa mengetahui moral yang baik dan moral yang tidak baik. Pembaca diharapkan dapat mengetahui akibat dari moral yang tidak baik bagi dirinya sehingga ia tidak melakukan moral yang tidak baik.
  • Fungsi religiusitas: cerpen memiliki fungsi religiositas, artinya mengandung ajaran agama yang bisa dijadikan teladan bagi para pembacanya.

Kaidah Bahasa dalam Cerpen

Cerita pendek memiliki kaidah bahasa tertentu, diantaranya:

  • Mengandung kata sifat yang menjelaskan pelaku. Seperti penampilan fisik maupun kepribadian tokoh yang diceritakan dalam cerpen. Contohnya adalah sosoknya yang tinggi atau perawakannya gagah, perangainya yang rendah hati dan lain sebagainya.
  • Memiliki kata keterangan untuk mendeskripsikan latar waktu suasana dan tempat. Misalnya di sudut ruang tamu rumah, pagi yang cerah, di pinggir bibir pantai dan lain-lain.
  • Memakai kalimat langsung dan tidak langsung untuk penulisan dalam percakapan dalam cerpen.
  • Dapat menggunakan gaya bahasa yang bersifat konotasi. Contohnya memanggang bus, bajing loncat, pucuk langit dan sebagainya.
  • Bahasa yang dipakai tidak baku atau tidak formal. Dapat memakai gaya bahasa perbandingan, pertautan, pertentangan ataupun perulangan.

Unsur dalam Cerpen

Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur intrinsik adalah unsur yang menyusun suatu karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur sebuah karya sastra. Unsur intrinsik yang menyusun suatu cerpen terdiri dari tema cerita, alur cerita atau plot, penokohan dan sudut pandang dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasan dari unsur ini.

  • Tema Cerita

Dalam karya sastra tema umumnya bersifat mengikat dan merupakan sebuah gagasan pokok atau ide pikiran mengenai suatu hal. Salah satunya dalam membuat suatu tulisan, tema disaring dari motif-motif yang ada dalam karya yang bersangkutan yang menentukan adanya konflik, peristiwa atau situasi tertentu.

  • Plot atau Alur Cerita

Alur cerita adalah struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang disusun sebagai urutan bagian-bagian dari keseluruhan fiksi. Dengan begitu plot adalah perpaduan unsur-unsur yang membangun cerita sehingga menjadi kerangka utama cerita. Umumnya plot terdiri ari urutan kejadian, namun setiap kejadian tersebut hanya dihubungkan secara sebab-akibat, peristiwa yang disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa lain.

  • Penokohan

Dalam cerpen biasanya sering melibatkan istilah-istilah seperti tokoh dan penokohan, watak dan perwatakan atau karakter dan karakterisasi secara bergantian dengan menunjuk pengertian yang hampir sama. Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan karakter tokoh-tokoh yang ada dalam cerita. Sedangkan tokoh adalah orang atau pelaku yang berperan dalam cerita pendek tersebut.

Penokohan meliputi masalah siapa tokoh cerita, bagaimana perwatakan dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga bisa memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca. Penokohan juga menunjuk pada teknik perwujudan dan pengembangan tokoh dalam suatu cerita.

  • Latar

Latar adalah keterangan mengenai waktu dan ruang serta suasana terjadinya peristiwa-peristiwa di dalam suatu karya sastra.

  • Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan cara pembuat cerita menempatkan dirinya terhadap cerita atau dari sudut mana pengarang memandang ceritanya. Ada beberapa macam sudut pandang yang bisa kita ketahui dalam karya sastra.

  1. Sudut pandang orang pertama. Sudut pandang ini umumnya memakai kata ganti aku atau saya. Dalam hal ini pengarang seakan-akan terlibat dalam cerita dan bertindak sebagai tokoh cerita.
  2. Sudut pandang orang ketiga. Untuk sudut pandang ini umumnya memakai kata ganti orang ketiga, seperti dia, ia atau nama orang yang dijadikan sebagai titik berat cerita.
  3. Sudut pandang pengamat serba tahu. Sesuai dengan namanya, dalam sudut pandang ini pengarang bertindak seolah-olah mengetahui semua peristiwa yang dialami tokoh dan tingkah laku tokoh.
  4. Sudut pandang campuran. Dalam sudut pandang ini pengarang awalnya menggunakan sudut pandang orang pertama. Kemudian serba tahu dan untuk bagian akhir kembali ke orang pertama.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik dalam cerpen merupakan unsur yang berada di luar karya sastra dan isa dijadikan pembentuk sebuah karya sastra. Biasanya selalu menyangkut latar belakang masyarakat, atau nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen itu sendiri. Ada beberapa macam unsur ekstrinsik dalam sebuah cerpen, yakni:

  • Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat merupakan unsur yang mempengaruhi cerpen seperti faktor-faktor di dalam lingkungan masyarakat dimana penulis berada sehingga berpengaruh terhadap penulis itu sendiri.

  • Biografi Pengarang atau Latar Belakang Penulis

Latar belakang penulis merupakan faktor yang terdapat dari dalam diri pengarang itu sendiri yang memotivasi atau mempengaruhi penulis dalam menulis sebuah cerpen. Latar belakang penulis terdiri dari beberapa faktor, antara lain:

  1. Aliran sastra penulis. Aliran sastra ibarat agama bagi seorang penulis dan setiap penulis bisa memiliki aliran sastra yang berbeda-beda. Hal ini sangat berpengaruh jug terhadap gaya penulisan dan genre cerita yang biasa diusung oleh sang penulis di dalam karya-karyanya.
  2. Riwayat hidup sang penulis. Riwayat hidup sang penulis meliputi tentang biografi sang penulis secara keseluruhan. Faktor ini akan mempengaruhi jalan pikir penulis atau sudut pandang mereka mengenai suatu cerpen yang dibuat dari pengalaman-pengalaman hidup mereka. Kadang-kadang faktor ini mempengaruhi gaya bahasa dan genre khusus seorang penulis cerpen.
  3. Kondisi psikologis. Kondisi psikologis adalah mood atau motivasi seorang penulis saat menulis cerita. Mood atau psikologis seorang penulis ikut mempengaruhi apa yang ada di dalam cerita mereka, misalnya jika mereka sedang sedih atau gembira mereka akan membuat suatu cerita sedih atau gembira pula.
  • Nilai-nilai yang Terkandung di dalam Cerpen

Unsur ekstrinsik berikutnya yang ada di dalam sebuah cerpen adalah nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen itu sendiri, yang meliputi:

  1. Nilai moral. Nilai moral merupakan nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita dan berhubungan dengan akhlak atau etika yang berlaku di dalam masyarakat. Di dalam suatu cerpen, nilai moral bisa menjadi suatu nilai yang baik maupun nilai yang buruk.
  2. Nilai budaya. Nilai budaya adalah nilai-nilai yang berkaitan dengan nilai-nilai kebiasaan, tradisi, adat istiadat yang berlaku.
  3. Nilai agama. Nilai agama adalah hal-hal yang dapat dijadikan pelajaran yang terkandung di dalam cerpen yang berkaitan dengan ajaran agama.
  4. Nilai sosial, Nilai sosial merupakan nilai yang bisa dipetik dari interaksi-interaksi tokoh-tokoh yang ada di dalam cerpen dengan tokoh lain, lingkungan dan masyarakat sekitar tokoh.

Leave a Comment