Pengertian Ekosistem, Komponen, Keanekaragaman, Ciri-Ciri dan Jenisnya

Apaitupengertian.com – Pada saat duduk di bangku sekolah kita pernah diajarkan apa itu ekosistem. Hanya saja mungkin saja saat ini masih ada yang belum begitu paham mengenai definisi ekosistem. Maka dari itu pada kesempatan kali ini kami akan menyampaikan pengertian ekosistem. Tidak hanya itu, kami juga akan membahas mengenai komponen ekosistem, hingga jenis-jenis ekosistem yang ada di sekitar kita.

Membahas ekosistem kurang cukup rasanya jika hanya membahas pengertiannya saja. Mengetahui jenis-jenis hingga ciri-ciri ekosistem juga tak kalah penting untuk dipahami dan dipelajari. Sehingga kita bisa memahami secara keseluruhan apa itu ekosistem.

Informasi ini bisa Anda jadikan wawasan baru atau sekadar kembali mengingat materi ekosistem saat sekolah dulu. Langsung saja berikut materi selengkapnya. Kita awali dari pengertian ekosistem terlebih dahulu.

Pengertian Ekosistem

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk dari hubungan timbal balik antara tamu dengan lingkungannya. Ekosistem juga bisa dianggap sebagai tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh, di antara seluruh elemen lingkungan yang masing-masing mempunyai pengaruh satu sama lain.

Di dalam suatu ekosistem terdapat organisme yang berkembang di masyarakat bersama dengan lingkungan fisik di suatu sistem. Organisme itu akan beradaptasi dengan lingkungan fisik. Akan tetapi organisme juga bisa mempengaruhi lingkungan fisik tersebut untuk hidup. Organisme yang ada di mikroorganisme tertentu akan menghasilkan suatu sistem kontrol.

Selain definisi di atas, ekosistem juga bisa diartikan sebagai penggabungan dari setiap unit di dalam biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dengan lingkungan fisik. Dengan begitu aliran energi kan menuju ke struktur biotik tertentu. Di samping itu ada pula siklus material yang terjadi antara organisme dan anorganisme dan matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.

Komponen Ekosistem

Ekosistem terdiri dari beberapa komponen. Secara garis besar ada dua komponen di dalam ekosistem, yakni komponen abiotik dan biotik. Berikut penjelasan masing-masing komponen tersebut.

Abiotik

Abiotik atau juga bisa disebut komponen tak hidup merupakan komponen fisik dan juga kimia yang bersifat substrat atau kelangsungan hidup dan lingkungan di tempat untuk hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi di dalam ruang dan waktu. Komponen ini bisa berupa bahan organik, senyawa organik dan lain sebagainya.

Faktor-faktor lain tersebut akan mempengaruhi distribusi organisme. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Suhu

Suhu adalah proses biologis yang sudah dipengaruhi oleh suhu. Di samping itu mamalia dan burung merupakan makhluk hidup yang mengatur suhu di dalam tubuhnya.

  • Air

Ketersediaan air bisa mempengaruhi distribusi organisme. Misalnya organisme di gurun akan beradaptasi dengan ketersediaan air di padang pasir.

  • Garam

Konsentrasi garam juga dapat mempengaruhi keseimbangan air di dalam organisme lewat osmosis. Sejumlah organisme terrestrial juga bisa beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam yang terbilang tinggi.

  • Sinar Matahari

Intensitas dan kualitas cahaya juga bisa mempengaruhi proes fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga lingkungan air dan fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang masih dapat terjangkau oleh matahari.

  • Tanah dan batu

Beberapa karakteristik tanah dan batu, seperti struktur fisik pada tanah, pH dan komposisi mineral dapat membatasi penyebaran organisme berdasarkan isi sumber makanan mereka di dalam tanah.

  • Iklim

Iklim merupakan suatu kondisi cahaya dalam waktu yang lama di suatu daerah. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan juga lokal. Sedangkan iklim mikro mencakup ke dalam suatu daerah yang dihuni oleh suatu komunitas tertentu.

Biotik

Lain halnya dengan abiotik, biotik adalah suatu istilah yang dipakai untuk merujuk pada sesuatu yang hidup atau organisme. Komponen biotik adalah komponen yang membentuk suatu ekosistem selain komponen abiotik atau komponen yang tidak bernyawa. Menurut peran dan fungsinya, makhluk hidup dapat dibagi menjadi dua macam, yakni:

  • Heterotofik atau Konsumen

Komponen ini terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan organik yang sudah disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya. Komponen heterotrofik disebut komponen makro atau fagotrof lantaran makanan yang dimakannya lebih kecil.

  • Pengurai atau Dekomposer

Pengurai adalah suatu organisme yang mengurai bahan organik yang berasal dari organisme yang sudah mati. Pengurai konsumen tersebut disebut sebagai saprotrof. Sebab makanan tersebut dimakan dalam jumlah besar. Organisme penyerap akan menyerap sebagian dekomposisi dan melepaskan bahan sederhana.

Bahan sederhana ini bisa dipakai kembali menjadi produsen, lalu diklasifikasikan sebagai pengurai, yakni jamur dan bakteri. Di samping itu juga ada jenis pengurai yang disebut detritivore, yakni hewan yang akan memakan sisa-sisa bahan organis yang membusuk. Misalnya adalah kutu kayu.

Ada 3 jenis dekomposisi, antara lain:

1. Aerobik

Aerobik adalah oksigen yang berfungsi sebagai akspetor elektron atau oksidan.

2. Anaerobik

Anaerobik merupakan oksigen yang tidak terlibat, yang di mana bahan organiknya berfungsi sebagai akseptor elekton atau oksidan.

3. Fermentasi

Fermentasi adalah oksidasi aneorobik bahan organik yang juga berfungsi sebagai akseptor elekton. Di suatu tempat komponen ini akan berinteraksi dan membentuk suatu sistem ekosistem yang teratur. Misalnya saja ekosistem di dalam sebuah akuarium, ekosistem tersebut terdiri dari ikan yang menjadi komponen heterotrofik.

Keanekaragaman Ekosistem

Kondisi lingkungan yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup sangat beragam. Dari kondisi inilah yang membuat jenis makhluk hidup yang ada di salamnya juga beranekaragam. Keanekaragaman ini disebut dengan keanekaragaman di tingkat ekosistem. Biasanya ekosistem akan terbentuk oleh adanya berbagai macam kelompok atau spesies.

Spesies ini telah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya, kemudian mereka saling mempengaruhi antara spesies satu dengan yang lainnya. Termasuk antara spesies dengan lingkungan abiotik tempat mereka hidup. Contohnya udara, suhu air, sinar matahari, tanah, kelembapan dan mineral.

Di dunia ini ada beberapa ekosistem yang dapat kita temui. Seperti ekosistem terumbu karang, ekosistem rawa, ekosistem laut dalam, ekosistem padang rumput, ekosistem mangrove, ekosistem dana, ekosistem pantai pasir, dan lain sebagainya. Seiring dengan berkembangnya teknologi manusia, kini manusia juga bisa menciptakan ekosistem sendiri.

Contoh ekosistem yang dibuat oleh manusia adalah ekosistem sawah, kebun dan ladang. Hanya saja agro ekosistem mempunyai tingkat keanekaragaman spesies yang lebih rendah dibandingkan dengan ekosistem alamiah. Hanya saja jenis ekosistem ini mempunyai tingkat keanekaragaman genetik yang jauh lebih tinggi.

Oleh karenanya keanekaragaman ekosistem juga bisa dilihat dari habitatnya sebagai makhluk hidup. Seperti halnya ekosistem sawah, hutan hujan tropis, gurun, sungai hingga padang rumput.

Ciri-Ciri Ekosistem

Seperti yang disinggung di atas, ekosistem ada banyak jenisnya. Akan tetapi pada dasarnya sama ekosistem terbagi menjadi dua macam, yaitu ekosistem air dan ekosistem daratan.

  • Ciri-Ciri Ekosistem Daratan

Berikut ciri-ciri ekosistem daratan:

a. Memiliki Lingkungan Fisik Berupa Daratan

Lingkungan fisik ekosistem ini berasal dari wilayah daratan. Akan tetapi bukan berarti dalam ekosistem ini tidak ada perairan sama sekali. Sebab pada ekosistem daratan tetap bisa ditemui perairan, namun yang lebih dominan adalah ekosistem daratan.

b. Mempunyai 3 Struktur Vegetasi yang Dominan dalam Skala Luas

Ekosistem daratan merupakan gambaran interaksi dari makhluk hidup dengan lingkungannya secara umum. Sehingga beberapa ekosistem daratan tidak hanya mencakup daerah yang sempit saja, namun juga mencakup wilayah yang luas. Maka dari itu ekosistem daratan juga dikenal sebagai bioma.

c. Ditinggali Tumbuhan dan Hewan yang Beradaptasi di Wilayah Daratan

Pada ekosistem daratan beberapa jenis tumbuhan dan hewan beradaptasi pada wilayah tersebut. Pasalnya daratan sudah menjadi habitat dari flora dan fauna tersebut.

  • Ciri-Ciri Ekosistem Laut

Ekosistem laut merupakan jenis ekosistem akuatik yang sudah didominasi oleh nilai konsentrasi garam yang cukup tinggi. Biota laut yang mendiami ekosistem ini mencakup hewan bersel satu, invertebrata, mamalia dan beranekaragam tanaman laut seperti terumbu karang ataupun rumput laut. Di samping itu ada ciri-ciri khusus dari ekosistem laut, yakni:

1. Ekosistem laut memiliki variasi suhu, yaitu perbedaan suhu di antara bagian permukaannya dengan bagian dalam laut atau kedalaman air laut.

2. Memiliki tingkat salinitas atau tingkat keasinan dan kadar garam yang larut di dalam air laut yang cukup tinggi, bahkan hingga semakin mendekati garis khatulistiwa maka tingkat salinitasnya akan semakin tinggi.

3. Tidak akan terlalu dipengaruhi oleh keadaan iklim dan juga cuaca.

4. Didominasi oleh NaCl atau garam sampai mencapai 75%.

Jenis Ekosistem

  • Ekosistem Darat

Ekosistem darat adalah ekosistem yang sebagian besar faktor lingkungannya didominasi oleh daratan. Ekosistem darat berada di area yang lebih luas atau bisa disebut dengan bioma. Tipe bioma sendiri dipengaruhi oleh iklim yang ada. Sementara iklim dipengaruhi oleh letak geografis yang berada di dalam garis lintang dan ketinggian tempat di permukaan laut.

Ada 7 jenis bioma yang ada di daratan. Berikut adalah penjelasan masing-masing jenis ekosistem darat.

1. Hutan tropis

Hutan hujan tropis ini berada di garis khatulistiwa, seperti yang terdapat di dalam lembah amazon, Amerika Selatan, Asia Tenggara (yaitua Indonesia, Malaysia, dan Thailand), dan lembah sungai Kongo.

2. Padang rumput

Biasanya padang rumput berada di daerah tropis yang memiliki iklim yang sedang. Misalnya di Hongaria, Amerika Selatan, Australia, dan Rusia Selatan. Sedangkan di negara kita Indonesia padang rumput ini adanya di Nusa Tenggara. Hewan yang biasanya hidup di padang rumput diantaranya yaitu reptil, kanguru, burung, kijang, singa, cheetah, dll.

3. Savana

Savana atau yang kita kenal juga dengan sabana adalah padang rumput yang diselingi oleh pepohonan. Sabana juga biasanya berada di daerah tropis seperti misalnya Australia Utara, Nusa Tenggara Timur, Kenya Afrika, dan Nusa Tenggara Barat.

  • Ekosistem Sawah

Ekosistem sawah merupakan salah satu jenis ekosistem buatan yang ada di daratan. Akan tetapi tidak semua daratan bisa diubah menjadi ekosistem persawahan. Sebab ekosistem ini mempunyai ciri khas yang dibuat oleh komponen tertentu, yakni abiotik dan biotik.

1. Komponen abiotik

Unsur-unsur alam yang menjadi penyusun ekosistem sawah dapat dikendalikan oleh manusia, sedangkan yang lainnya dipengaruhi oleh alam. Faktor abiotik sebagai penyusun ekosistem sawah diantaranya yaitu :
a. Cahaya
b. Tanah
c. Air

2. Komponen biotik

Unsur biotik yang dapat kita temukan di ekosistem sawah diantaranya yaitu :
a. Tumbuhan primer
b. Tumbuhan sekunder
c. Hewan

  • Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar adalah ekosistem akuatik yang mempunyai konsentrasi garam yang rendah. Asal dari ekosistem ini adalah sumber mata air yang ada di bawah tanah. Menurut produksi materi organiknya, ekosistem air tawar bis dibagi menjadi dua, yakni:

1. Danau oligotropik

Oligortopik ini merupakan sebutan atas danau yang dalam tetapi kekurangan makanan, karena fitoplankton yang ada di daerah limnetik tidak produktif.

2. Danau eutropik

Sedangkan eutropik adalah sebutan dari danau yang dangkal dan memiliki kandungan makanan yang cukup kaya. Hal itu dikarenakan oleh fitoplanktonnya sangat produktif, kebalikan dari danau oligotropik.

  • Ekosistem Sungai

Ekosistem sungai merupakan lingkungan yang meliputi kawasan atau daerah sungai. Ekosistem sungai mencakup sepanjang wilayah sungai yang berawal dari hulu sungai, badan sungai, hilir sungai hingga muara sungai.

Sepanjang aliran sungai inilah yang dimaksud dengan ekosistem sungai. Ekosistem ini juga termasuk ke dalam jenis ekosistem air tawar. Di hampir setiap wilayah Indonesia terdapat ekosistem sungai. Beberapa sungai yang terkenal dan menjadi ekosistem sungai terbesar adalah Sungai Mahakam, Kapuas, Musi dan lain sebagainya.

  • Ekosistem Hutan

Ekosistem ini merupakan jenis ekosistem yang paling penting keberadaannya di bumi. Ekosistem hutan berhubungan dengan beberapa populasi yang hidup di permukaan tanah dan berada di kawasan hutan. Ekosistem hutan membentuk suatu kesatuan ekosistem yang berada di dalam keseimbangan yang dinamis.

Ekosistem hutan termasuk dalam jenis ekosistem alamiah. Ekosistem ini juga sering disebut sebagai paru-paru bumi. Sebab hutan mempunyai peran sangat penting dalam mengatur dan menjaga kelestarian kehidupan di muka bumi. Hutan juga sering dijadikan parameter untuk melihat apakah bumi sedang dalam keadaan sakit atau tidak.

  • Ekosistem Danau

Ekosistem ini bisa masuk dalam ekosistem buatan atau alamiah. Ekosistem danau adalah jenis ekosistem yang meliputi keseluruhan atau lingkup danau dan sekitarnya. Untuk diketahui, danau adalah cekungan yang terdapat di permukaan bumi. Secara garis besar bisa dikatakan bahwa ekosistem danau adalah hubungan dari beberapa populasi.

Populasi tersebut hidup di suatu cekungan yang berisi air yang ada di permukaan bumi. Dan populasi tersebut berinteraksi satu sama lain. baik secara langsung maupun tidak.

Demikian yang bisa kami sampaikan mengenai pengertian ekosistem. Besar harapan kami artikel yang kami sajikan di atas memberikan manfaat untuk Anda. Bisa menambah wawasan kepada Anda ataupun bisa menjadi referensi untuk Anda yang penasaran dengan segala hal yang berkaitan dengan ekosistem.

Leave a Comment