Pengertian Hipotesis, Macam, Jenis, Ciri-Ciri, dan Rumusan Hipotesis

Apaitupengertian.com – Masa depan merupakan sebuah misteri. Tidak ada orang yang bisa melihatnya. Hal ini pada akhirnya mendorong orang untuk menduga-duga tentang apa yang akan terjadi berikutnya. Biasanya dugaan-dugaan ini muncul lantaran adanya pengalaman akan hal yang serupa atau paling tidak mirip dengan kejadian yang tengah dihadapi oleh seseorang.

Sebenarnya dugaan-dugaan ini juga bisa kita temui dalam dunia penelitian. Dugaan ini lebih sering disebut dengan istilah hipotesis. Anda mungkin sudah familiar dengan istilah yang satu ini. Jika masih asing tidak perlu khawatir, sebab pada kesempatan ini kami akan menyampaikan pembahasan mengenai pengertian hipotesis.

Pengertian Hipotesis

Hipotesis atau yang juga disebut dengan hipotesa secara sederhana dapat diartikan sebagai dugaan sementara. Hipotesis berasal dari bahasa Yunani ‘hypo’ yang berarti di bawah dan ‘thesis’ yang berarti pendirian, pendapat yang ditegakkan atau kepastian.

Dapat diartikan bahwa hipotesa adalah pendapat yang kebenarannya masih diragukan. Agar dapat memastikan kebenaran dari pendapat tersebut, maka sebuah hipotesis harus diuji atau dibuktikan kebenarannya.

Untuk membuktikan kebenaran suatu hipotesis, seorang peneliti dapat dengan sengaja menciptakan suatu gejala. Yakni lewat percobaan ataupun penelitian. Bila suatu hipotesis telah teruji kebenarannya, maka hipotesis tersebut akan disebut sebagai teori.

Dalam penelitian ada dua jenis hipotesis yang seringkali perlu dibuat oleh peneliti. Kedua jenis tersebut adalah hipotesis penelitian dan hipotesis statistik. Pengujian hipotesis penelitian merujuk pada menguji apakah hipotesis tersebut benar-benar terjadi pada sampel yang diteliti atau tidak.

Bila apa yang ada dalam hipotesis benar-benar terjadi, maka hipotesis penelitian terbukti, begitu juga sebaliknya. Sementara itu, pengujian hipotesis statistik artinya menguji apakah hipotesis penelitian yang sudah terbukti atau tidak terbukti berdasarkan data sampel tersebut bisa diberlakukan pada populasi atau tidak.

Pengertian Hipotesis Menurut Para Ahli

Selain definisi di atas, juga ada pengertian hipotesis menurut para ahli. Para ahli mempunyai sudut pandang yang berbeda mengenai apa itu hipotesis. Sebagai tambahan pengetahuan, berikut beberapa pendapat ahli soal definisi hipotesis.

  • Prof. Dr. S. Nasution

Menurut Nasution, hipotesa adalah perkiraan tentang apa yang kita amati dalam upaya untuk memahaminya.

  • Zikmund

Zikmund menyampaikan pendapat bahwa hipotesis merupakan dugaan sementara belum terbukti yang menjelaskan fakta atau fenomena dan kemungkinan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian.

  • Erwan Agus Purwanto & Diah Ratih Sulistyastuti

Hipotesis diartikan sebagai dugaan sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih perlu diuji secara empiris.

  • Mundilarso

Mundilarso mengartikan hipotesa sebagai suatu pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan harus diuji lagi dengan menggunakan teknik tertentu.

  • Kerlinger

Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan hubungan antara dua variabel atau lebih.

Macam Hipotesis

Ada tiga macam hipotesis dalam penelitian. Antara lain hipotesis deskriptif, hipotesis komparatif dan hipotesis asosiatif. Masing-masing jenis hipotesis ini dapat dipakai sesuai dengan bentuk variabel penelitian yang dipakai. Apakah penelitian memakai variabel tunggal/ mandiri atau variabel jamak? Jika variabel yang dipakai jamak, apa yang ingin diketahui oleh peneliti dalam rumusan masalah?

  • Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskriptif dapat diartikan sebagai dugaan atau jawaban sementara terhadap masalah deskriptif yang berkaitan dengan variabel tunggal atau mandiri.

Contoh:

Seorang peneliti ingin mengetahui apakah bakso di restoran Bakso ABC mengandung boraks atau tidak. Maka peneliti dapat menyusun rumusan masalah seperti berikut: Apakah bakso di restoran Bakso Idola Malang mengandung boraks?

Dalam penelitian tersebut variabel yang dipakai adalah variabel tunggal, yakni bakso di restoran Bakso ABC. Maka hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipotesis deskriptif. Ada dua pilihan hipotesis yang dapat dibuat oleh peneliti sesuai dengan dasar teori yang ia gunakan, yaitu:

Ho : Bakso di restoran Bakso Idola Malang mengandung boraks

Atau

H1 : Bakso di restoran Bakso Idola Malang tidak mengandung boraks

  • Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif adalah dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan perbandingan atau komparasi antara dua variabel penelitian.

Contoh:

Seorang peneliti ingin mengetahui bagaimana sikap loyal antara pendukung club sepakbola Manchester United bila dibandingkan dengan sikap loyal pendukung club sepakbola Chelsea. Apakah pendukung mempunyai tingkat loyalitas yang serupa ataukah berbeda.

Dalam kasus ini peneliti bisa membuat rumusan masalah seperti berikut: Apakah pendukung club sepakbola Manchester United dan Chelsea mempunyai tingkat loyalitas yang sama?

Dalam penelitian tersebut, variabel yang digunakan adalah variabel jamak. Variabel pertama adalah loyalitas club sepakbola Manchester United. Lalu variabel kedua adalah loyalitas club sepakbola Chelsea.

Lantaran rumusan masalah mempertanyakan perihal perbandingan antara dua variabel, maka hipotesis yang dipakai dalam penelitian ini adalah hipotesis komparatif. Ada dua pilihan hipotesis yang dapat disusun oleh peneliti sesuai dengan dasar teori yang ia gunakan, yakni:

Ho: Pendukung club Manchester United memiliki tingkat loyalitas yang sama dengan pendukung club Chelsea

Atau

H1: Pendukung club Manchester United memiliki tingkat loyalitas yang tidak sama (berbeda) dengan pendukung club Chelsea

  • Hipotesis Asosiatif

Hipotesis asosiatif adalah dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan hubungan atau asosiasi antara dua variabel penelitian.

Contoh:

Seorang peneliti ingin mengetahui apakah sinetron berjudul “Anak Jalanan” yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta memengaruhi gaya remaja laki-laki dalam mengendarai motor. Maka peneliti dapat membuat rumusan masalah seperti berikut: Apakah sinetron berjudul “Anak Jalanan” memengaruhi gaya remaja laki-laki dalam mengendarai motor?

Dalam kasus ini variabel yang dipakai adalah variabel jamak. Variabel pertama adalah sinetron berjudul “Anak Jalanan”. Sementara variabel kedua yakni gaya remaja laki-laki dalam mengendarai motor.

Karena rumusan masalah mempertanyakan hubungan antara dua variabel di atas, maka hipotesa yang dipakai adalah hipotesa asosiatif. Ada dua opsi hipotesa yang dapat dibuat oleh peneliti sesuai dengan dasar teori yang ia gunakan, yakni:

Ho: Sinetron berjudul “Anak Jalanan” memengaruhi gaya remaja laki-laki dalam mengendarai motor.

Atau

H1: Sinetron berjudul “Anak Jalanan” tidak memengaruhi gaya remaja laki-laki dalam mengendarai motor.

Jenis Hipotesis Berdasarkan Rumusnya

Jika dilihat dari rumusnya, hipotesis dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni hipotesis kerja atau alternatif dan hipotesis nol atau disingkat Ho. Berikut penjelasan masing-masing hipotesis ini.

  • Hipotesis Kerja atau Alternatif (Ha)

Dalam hipotesis ini dinyatakan bahwa antara variabel X dan Y saling berhubungan atau adanya perbedaan antara dua kelompok. Berikut adalah rumus hipotesis kerja:

  1. Jika…Maka…
  2. Ada perbedaan antara…dan….dalam…
  3. Ada pengaruh….terhadap….
  • Hipotesis Nol atau Null Hypotheses (Ho)

Dalam hipotesis ini dinyatakan bahwa antara variabel X dan Y tidak memiliki perbedaan atau tidak adanya pengaruh variabel X terhadap Y. selain itu bisa dikatakan selisih variabel pertama dengan variabel kedua adalah nol.

Hipotesis ini sering disebut sebagai hipotesis statistik. Sebab biasanya dipakai dalam sebuah penelitian yang bersifat statistik. Di bawah ini adalah rumus hipotesis nol:

  1. Tidak ada perbedaan antara….dengan….dalam….
  2. Tidak ada pengaruh….terhadap….

Jenis Hipotesis Berdasarkan Proses Pemerolehannya

Hipotesis berdasarkan proses pemerolehannya dapat dibagi menjadi dua macam, yakni hipotesis induktif dan deduktif.

  • Hipotesis Induktif

Hipotesis induktif adalah jenis hipotesis yang dirumuskan berdasarkan observasi untuk menghasilkan teori baru.

  • Hipotesis Deduktif

Hipotesis deduktif merupakan jenis hipotesis yang perumusannya berdasarkan teori ilmiah yang sudah ada sebelumnya.

Syarat Hipotesis

Meski masih berupa pernyataan praduga, hipotesis mempunyai kedudukan penting dalam suatu penelitian. Maka dari itu peneliti diharapkan dapat merumuskan hipotesisnya dengan jelas. Menurut Borg dan Gall, ada beberapa syarat dari hipotesis. Berikut adalah syarat-syarat tersebut.

  • Sebuah hipotesis harus dirumuskan dengan singkat, padat dan jelas
  • Sebuah hipotesis harus menunjukkan adanya hubungan antara dua atau lebih variabel
  • Sebuah hipotesis harus berdasarkan pendapat, teori-teori para ahli atau hasil penelitian yang relevan.

Ciri-Ciri Hipotesis yang Baik

Hipotesis bisa dibuat oleh siapa saja. Baik hipotesis dalam penelitian ataupun hipotesis untuk hal-hal yang lebih sederhana dalam berbagai gejala di kehidupan sehari-hari. Walaupun begitu bukan berarti hipotesis bisa dibuat sesuka hati. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar bisa membuat hipotesis yang baik.

Moh. Nazir mengemukakan pendapat bahwa ada setidaknya 6 ciri-ciri sebuah hipotesis dikatakan baik. Berikut adalah keenam ciri-ciri tersebut:

  1. Harus menyatakan hubungan
  2. Harus sesuai dengan fakta
  3. Harus berhubungan dengan ilmu, serta sesuai dengan tumbuhnya ilmu pengetahuan
  4. Harus dapat diuji
  5. Harus sederhana
  6. Harus bisa menerangkan fakta

Dengan demikian, untuk menyusun suatu hipotesa yang baik seorang peneliti perlu mempertimbangkan fakta-fakta yang relevan, masuk akal dan tidak bertentangan dengan hukum alam. Di samping itu hipotesa juga harus dapat diuji sebagai langkah verifikasi dalam penelitian.

Perumusan Hipotesis

Kini kita masuk dalam pembahasan perumusan hipotesis. Dalam membuat sebuah hipotesis, kita harus mengikuti langkah-langkah atau alur tertentu. Dengan cara dan langkah yang benar, maka kita bisa menghasilkan sebuah hipotesis yang baik sehingga memudahkan jalannya proses penelitian.

Awal terbentuknya hipotesis dalam sebuah penelitian biasanya diawali atas dasar terkaan atau conjecture peneliti. Walaupun hipotesis bersumber dari terkaan, sebuah hipotesis tetap harus dibuat berdasarkan pada sebuah acuan, yaitu teori dan fakta ilmiah.

  • Teori Sebagai Acuan Perumusan Hipotesis

Untuk memudahkan proses pembuatan hipotesis, seorang peneliti umumnya menurunkan sebuah teori menjadi beberapa asumsi atau prostulat. Asumsi-asumsi tersebut bisa didefinisikan sebagai anggapan atau dugaan yang mendasari hipotesis. Lain halnya dengan asumsi, hipotesis yang sudah diuji dengan memakai data lewat proses penelitian adalah dasar untuk memperoleh kesimpulan.

  • Fakta Ilmiah Sebagai Acuan Perumusan Hipotesis

Di samping memakai teori sebagai acuan,d alam merumuskan hipotesis bisa pula memakai acuan fakta. Secara umum fakta dapat diartikan sebagai kebenaran yang bisa diterima oleh nalar dan sesuai dengan kenyataan yang dapat dikenali oleh panca indera.

Fakta ilmiah sebagai acuan perumusan hipotesis bisa diperoleh dengan berbagai cara. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Diperoleh dari sumber aslinya.
  • Dengan cara menggambarkan dan mengartikan dari sumber yang asli.
  • Fakta yang didapat dari orang mengidentifikasi dengan jalan menyusunnya dalam bentuk abstract reasoning.

Di samping teori dan fakta ilmiah, hipotesis juga bisa dirumuskan berdasarkan sejumlah sumber lain, di antaranya:

  • Kebudayaan
  • Ilmu yang menghasilkan teori yang sesuai
  • Analogi
  • Reaksi orang terhadap sesuatu dan pengalaman

Demikian materi seputar pengertian hipotesis di blog ApaItuPengertian. Berdasarkan penjelasan di atas bisa kita ketahui bahwa hipotesis adalah jawaban sementara terhadap sebuah masalah yang bersifat praduga dan harus dibuktikan terlebih dahulu kebenarannya. Selain definisi singkat ini juga ada beberapa pendapat ahli mengenai arti hipotesis. Meski berbeda-beda pada dasarnya pendapat para ahli ini mempunyai makna yang serupa.

Di samping itu juga dapat kita ketahui bahwa hipotesis beragam jenisnya. Jenis hipotesis juga bisa dibagi berdasarkan rumus dan cara mendapatkannya. Tidak hanya itu, hipotesis atau hipotesa juga perlu dibuat dengan memperhatikan beberapa faktor sehingga bisa memudahkan proses penelitian.

Leave a Comment