Pengertian Kurikulum: Komponen, Fungsi, dan Manfaat Kurikulum

Apaitupengertian.com – Dalam dunia pendidikan kita bisa mengenal banyak sekali istilah yang menyangkut tentang pendidikan. Salah satu dari sekian banyak istilah yang kita kenal adalah kurikulum. Masing-masing pembaca tentunya pernah mendengar istilah ini. Sebab kurikulum menjadi bagian tak terpisahkan sejak dari Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi.

Lalu apa yang dimaksud dengan kurikulum? Untuk menjawab pertanyaan ini kami akan membahas tuntas apa itu kurikulum. Tidak hanya itu, kami juga akan menjelaskan komponen kurikulum, fungsi kurikulum, hingga manfaat kurikulum.

Pengertian Kurikulum

Kurikulum merupakan suatu perangkat pendidikan yang menjadi jawaban terhadap berbagai kebutuhan dan tantangan di dalam masyarakat. Di samping itu definisi kurikulum adalah suatu perangkat mata pelajaran ataupun program pendidikan yang memuat rancangan berbagai jenis pelajaran di sekolah. Dengan adanya kurikulum proses belajar-mengajar i sekolah bisa berjalan dengan baik.

Kurikulum merupakan hal yang wajib diterapkan di setiap sekolah di Indonesia, sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang berlaku. Dengan adanya kurikulum aktivitas dalam belajar mengajar yang dilakukan di sekolah bisa memenuhi standar pendidikan. Di samping itu kurikulum juga harus dipakai sesuai dengan jenjang pendidikan para siswa.

Kurikulum dibuat, disiapkan dan dikembangkan untuk kepentingan pendidikan. Khususnya untuk mempersiapkan pelajar atau isa supaya bisa hidup dalam masyarakat. Artinya, dalam kehidupan bermasyarakat mereka bukan hanya menerapkan kemampuannya saja, namun juga harus bisa menerapkan nilai hidup dan norma yang baik di tengah masyarakat.

Kurikulum tidak hanya berisi tentang tujuan dan arah pendidikan saja. Akan tetapi juga berisi pengalaman belajar yang perlu dimiliki siswa dan bagaimana cara menerapkan pengalaman itu sendiri. Karena pentingnya kurikulum dalam dunia pendidikan dan kehidupan, maka dalam menyusun kurikulum harus memahami konsep dasar dari kurikulum itu sendiri.

Secara etimologis kurikulum berasal dari bahasa Inggris ‘curriculum’. Kata ini juga berasal dari bahasa Yunani ‘curir’ yang berarti pelari dan curere yang artinya tempat berpacu. Sesuai dengan makna itu kurikulum awalnya dipakai dalam dunia olahraga. Kemudian pengertian tersebut diadaptasi ke dalam dunia pendidikan yang diartikan sebagai sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dari awal hingga akhir program untuk memperoleh ijazah.

Menurut Undang-Undang No. 20 tahun 2003, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Pengertian Kurikulum Menurut Pendapat Ahli

  • J.Galen Saylor dan William M.Alexander

Kurikulum merupakan segala usaha sekolah untuk mempengaruhi anak belajar, apakah dalam ruangan kelas, di halaman sekolah atau diluar sekolah termasuk kurikulum. Kurikulum meliputi juga apa yang disebut kegiatan ekstra-kurikuler.

  • Harold B. Albertsycs

Menurut Harold B. Albertsycs, kurikulum tidak terbatas pada mata pelajaran, akan tetapi juga meliputi kegiatan-kegiatan lain, di dalam dan di luar kelas , yang berada di bawah tanggung jawab sekolah. Definisi melihat manfaat kegiatan dan pengalaman siswa diluar mata pelajaran tradisional.

  • J.Lloyd Trump dan Delmas F.Miller

Kurikulum menyangkut metode mengajar dan belajar, cara mengevaluasi murid dan seluruh program, perubahan tenaga pengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervisi dan administrasi dan hal-hal struktural mengenai waktu, jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. Ketiga aspek pokok, program, manusia dan fasilitas sangat erat hubungannya, sehingga tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan tiga-tiganya.

  • Smith

Kurikulum adalah rangkaian pengalaman yang secara potensial dapat diberikan kepada anak , jadi dapat disebutkan potential curriculum. Namun apa yang benar-benar dapat diwujudkan pada anak secara individual , misalnya bahan yang benar-benar diperolehnya, disebut actual curriculum.

Komponen Kurikulum

Ada empat komponen utama yang membentuk kurikulum. Antara lain tujuan, isi atau materi, strategi pelaksanaan dan evaluasi. Berikut akan dijelaskan masing-masing komponen tersebut.

  • Tujuan

Komponen ini selalu berkaitan dengan hasil yang diharapkan. Dalam arti sempit tujuan bisa berkaitan dengan sistem nilai yang dianut oleh masyarakat. Umumnya rumusan tujuan juga dapat menggambarkan suatu masyarakat yang dicita-citakan. Contohnya seperti sistem nilai atau filsafat yang dianut oleh masyarakat di Tanah Air yakni Pancasila. Maka biasanya tujuan dari kurikulum adalah untuk membentuk masyarakat yang Pancasilais. Sementara dalam arti luas, komponen tujuan berkaitan dengan visi dan misi sekolah atau tujuan dari proses pembelajaran.

  • Isi atau Materi

Komponen selanjutnya ini biasanya berkaitan dengan seluruh aspek, baik yang berkaitan dengan materi pelajaran atau kegiatan pelajar atau murid yang diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Jadi komponen ini berkaitan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki oleh peserta didik.

  • Strategi Pelaksanaan

Komponen strategi biasanya berkaitan dengan strategi pembelajaran dalam melaksanakan kurikulum atau upaya-upaya dalam menyampaikan materi pembelajaran supaya dapat tercapainya tujuan dari pembelajaran tersebut.

  • Evaluasi

Komponen terakhir ini dipakai untuk menilai efektivitas suatu kurikulum dalam mencapai tujuan. Di samping itu evaluasi dipakai untuk menilai proses pembelajaran. Lewat evaluasi maka bisa ditentukan nilai suatu kurikulum. Apakah perlu dipertahankan atau tidak, atau bagian mana saja yang perlu diperbaiki dari kurikulum tersebut sehingga lebih sempurna dan lebih baik dari sebelumnya.

Fungsi Kurikulum

Secara umum kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau acuan pengajar dalam memberikan pendidikan kepada para siswa. Jadi kurikulum bagi guru dipakai untuk pedoman dalam melakukan proses pembelajaran di sekolah.

Sementara bagi sekolah atau pengawas, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan pengawasan pendidikan. Lalu bagi orangtua kurikulum berfungsi untuk pedoman dalam membimbing anak-anaknya dalam belajar. Sedangkan untuk masyarakat kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam memberi bantuan bagi terselenggaranya proses pendidikan.

Untuk pelajar atau siswa, kurikulum berguna untuk pedoman dalam belajar, khususnya di sekolah. Berikut adalah penjelasan lebih dalam seputar fungsi kurikulum.

Fungsi Kurikulum Secara Umum dan Khusus

Secara umum, kurikulum berfungsi sebagai penyedia dan pengembang pendidikan bagi para peserta didik. Sementara secara khusus fungsi kurikulum adalah untuk pedoman bagi guru supaya terhindar dari berbagai hal yang tidak sesuai dengan standar atau kurikulum pendidikan.

Dengan begitu guru bisa memberikan pelajaran sesuai standar atau kurikulum yang berlaku. Di samping itu kurikulum juga berfungsi sebagai pedoman dalam memperbaiki pelaksanaan mengajar jika terjadi penyimpangan dari kurikulum yang telah ditentukan. Fungsi khusus lain adalah untuk mengarahkan ke arah yang benar dalam melaksanakan dan mengembangkan proses pembelajaran.

Fungsi Kurikulum Berdasarkan Kepentingan Pendidikan

Fungsi kurikulum berdasarkan kepentingan pendidikan ada beberapa macam. Berikut penjelasan masing-masing fungsi tersebut.

  1. Untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum menjadi suatu media dalam mencapai tujuan dari program pendidikan. Dengan begitu kurikulum menjadi sangat penting dalam pendidikan lantaran mempunyai peran penting untuk mencapai tujuan pendidikan.
  2. Untuk perkembangan pelajar atau siswa. Dengan adanya kurikulum, perkembangan siswa bisa lebih baik sebab pendidikan bisa menjadi upaya untuk membentuk karakter orang yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat ataupun bagi dirinya sendiri.
  3. Untuk Pendidik atau Guru. Kurikulum juga penting bagi tenaga pengajar sebab kurikulum pendidikan bisa membuat proses pembelajaran sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Tidak hanya itu, bagi pendidik kurikulum juga bermanfaat untuk pedoman kerja dalam menyusun dan juga mengorganisir pengalaman belajar para siswa. Juga untuk pedoman melakukan evaluasi terhadap perkembangan para siswa maupun untuk mengatur kegiatan pembelajaran.
  4. Untuk pimpinan. Kurikulum bisa berfungsi untuk menjalankan visi dan misi serta sebagai pedoman bagi pimpinan untuk memperbaiki kualitas belajar para siswa supaya lebih kondusif sehingga belajar siswa menjadi lebih baik. Tidak hanya itu, kurikulum juga bisa dijadikan pedoman untuk memberikan bantuan kepada para pengajar atau guru supaya lebih mudah dalam menjalankan tugasnya, serta untuk melakukan evaluasi terhadap proses belajar-mengajar yang dilakukan di sekolah.
  5. Untuk orangtua murid. Kurikulum juga bisa memberikan manfaat bagi orangtua siswa untuk membina anaknya dalam belajar. Orangtua juga bisa membantu sekolah dengan melakukan pembinaan di rumah dan orangtua juga bisa memantau perkembangan anaknya dalam menyerap ilmu pengetahuan yang didapat di sekolah.
  6. Untuk masyarakat. Kurikulum bagi masyarakat bisa memberikan bantuan untuk memperlancar pelaksanaan program pendidikan yang membutuhkan kerjasama dengan masyarakat. Di samping itu masyarakat juga bisa memberikan saran yang bisa membangun dan menyempurnakan program pendidikan di sekolah.
  7. Untuk sekolah tingkatan atas. Kurikulum juga berperan penting bagi pendidikan tingkat atas, khususnya untuk memelihara keseimbangan pendidikan. Contohnya bila sebagian kurikulum sekolah tersebut sudah diajarkan di sekolah tingkatan bawah, maka sekolah bisa meninjau kembali apakah perlu atau tidak kurikulum tersebut diajarkan kembali kepada siswanya. Kurikulum juga bisa dipakai untuk menyiapkan tenaga kerja baru sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat, instansi pemerintah atau perusahaan.
  8. Untuk pemakai lulusan di instansi atau perusahaan. Bagi instansi atau perusahaan bisa memberikan bantuan pada pendidikan yang sesuai dengan standar seperti menjalin kerjasama. Di samping itu bantuan juga bisa bermanfaat untuk memperlancar pelaksanaan program pendidikan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat ataupun lapangan kerja. Instansi maupun perusahan juga bisa memberikan kritik dan saran untuk penyempurnaan program pendidikan.

Fungsi Kurikulum bagi Siswa

Jika dilihat dari sudut pandang siswa, kurikulum mempunyai sejumlah fungsi. Antara lain:

  1. Kurikulum menjadi upaya dalam memberikan pendidikan kepada para siswa dan tentunya bisa membantu siswa dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan di lingkungannya.
  2. Artinya kurikulum berfungsi untuk mendidik siswa dan menghasilkan individu yang berkualitas dan mempunyai budi pekerti baik. Sebab individu tersebut akan menjadi satu kesatuan dengan masyarakat.
  3. Maksudnya kurikulum memberikan pelayanan terhadap perbedaan-perbedaan yang ada di dalam diri siswa ataupun setiap siswa.
  4. Arti dari poin ini, kurikulum berfungsi untuk menyiapkan para siswa jika mereka akan meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi atau mempersiapkan bila siswa tidak melanjutkan pendidikan dan memilih untuk terjun di dunia kerja.
  5. Kurikulum berfungsi untuk memberikan pilihan program keahlian yang bisa dipilih oleh siswa. Tujuannya supaya siswa bisa mengembangkan keahlian yang dimilikinya secara maksimal. Biasanya pemilihan keahlian terjadi ketika tingkat pendidikan lebih tinggi, isal di tingkat SmA/SMK atau Perguruan Tinggi.
  6. Artinya kurikulum mempunyai peran dalam memberikan pemahaman kepada para siswa terhadap potensi yang dimilikinya dan kekurangan yang ada pada dirinya. Maka diharapkan siswa bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal dan bisa memperbaiki kelemahan-kelemahan yang dimilikinya.

Manfaat Kurikulum

Ada beberapa manfaat kurikulum bagi berbagai pihak. Supaya lebih paham, berikut adalah manfaat kurikulum bagi guru, sekolah maupun masyarakat.

1. Manfaat bagi guru

  • Dapat menjadi pedoman untuk merancang, melaksanakan dan mengevaluasi hasil kegiatan pembelajaran.
  • Dapat memberikan pemahaman kepada pengajar atau guru dalam menjalankan tugasnya.
  • Dapat mendorong untuk lebih kreatif dalam penyelenggaraan program pendidikan.
  • Dapat membantu dalam menunjang pengajaran supaya lebih baik.

2. Manfaat bagi sekolah

  • Dapat mendorong sekolah untuk menyukseskan penyelenggaraan pendidikan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
  • Dapat memberikan peluang bagi sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.
  • Sebagai alat untuk mencapai tujuan program pendidikan.

3. Manfaat bagi Masyarakat

  • Dapat menjadi acuan standar bagi orang tua untuk ikut serta dalam membimbing anaknya dalam belajar.
  • Dengan kurikulum, masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam rangka mengembangkan program pendidikan melalui kritik dan juga saran yang membangun yang menyempurnakan program pendidikan.

Leave a Comment