Pengertian Lingkungan: Manfaat, Unsur dan Konsep Lingkungan di Indonesia

Apaitupengertian.com – Pada artikel ini kami akan membahas lebih dalam mengenai pengertian lingkungan. Anda pasti sudah familiar dengan istilah ini. Akan tetapi mungkin masih belum begitu mengerti soal definisi lingkungan dan hal-hal yang berhubungan dengan lingkungan.

Maka dari itu pada kesempatan ini kami berniat untuk membahasnya. Termasuk memaparkan pengertian lingkungan menurut para ahli. Berikut pembahasan yang dapat Anda pelajari.

Pengertian Lingkungan

Lingkungan adalah suatu kombinasi komponen dari keadaan fisik yang mencakup sumber daya alam. Contohnya air, tanah, mineral, flora, fauna dan lain sebagainya dengan lembaga-lembaga yang mencakup penciptaan manusia sebagai keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik.

Di samping itu lingkungan juga bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.

Lingkungan terdiri dari dua komponen, yakni komponen biotik dan abiotik. Komponen abiotik merupakan semua benda mati seperti udara, tanah, air, iklim, kelembaban, cahaya dan suara. Sedangkan komponen biotik merupakan segala sesuatu yang bernyawa. Meliputi hewan, manusia, tumbuhan dan juga mikro-organisme.

Pengertian Lingkungan Menurut Para Ahli

  • Darsono

Lingkungan merupakan semua benda dan kondisi, termasuk manusia dan kegiatan mereka yang termasuk dalam ruang di mana manusia dan mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia dan badan-badan hidup lainnya.

  • St Munajat Danusaputra

Lingkungan adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktivitasnya, yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada serta mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan hidup dan jasad renik lainnya.

  • Emil Salim

Lingkungan hidup merupakan semua benda, keadaan, kondisi, dan juga pengaruh yang berada dalam ruangan yang sedang kita tempati dan itu mempengaruhi kehidupan sekitar, baik hewan, tumbuhan, maupun manusia.

  • Otto Soemarwoto

Lingkungan hidup adalah semua benda dan juga kondisi yang ada di dalam ruangan yang sedang kita tempati dan mempengaruhi kehidupan kita.

  • Sambas Wirakusumah

Lingkungan hidup menurut Sambas Wirakusumah adalah semua hal yang mencakup aspek eksternal biologis, dimana organisme yang hidup dan ilmu lingkungan menjadi tempat belajar aspek lingkungan organisme tersebut.

  • Bintarto

Lingkungan merupakan segala hal yang berada di lingkungan kita. Baik itu benda ataupun makhluk hidup yang dapat terpengaruh oleh setiap aktivitas yang dilakukan oleh manusia.

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan merupakan kesatuan yang mencakup berbagai makhluk hidup dan seluruh komponen di sekitarnya. Komponen lingkungan ini mencakup komponen fisik, kimia, sosial budaya dan komponen-komponen lainnya.

Konsep Lingkungan di Indonesia

Dalam UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup diterangkan bahwa lingkungan adalah kesatuan dengan segala sesuatu ruang, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilaku, yang mempengaruhi kelangsungan mata pencaharian dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Lingkungan dapat digambarkan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar manusia atau makhluk hidup yang mempunyai hubungan timbal balik dan interaksi kompleks antara komponen satu dengan komponen lainnya.

Lingkungan Alam

Dalam lingkungan terdapat lingkungan alam dan non-alam. Lingkungan alam terdiri dari unsur alamiah dan buatan. Konsep alam sebagai keseluruhan merupakan salah satu dari beberapa pengembangan konsep asli natura. Pengembangan tersebut dimulai dengan pemberian makna tertentu oleh filsuf sebelum Socrates. Sejak saat itu konsep natura terus mengalami perkembangan dalam penggunaannya.

Penggunaan ini terus berlangsung selama munculnya metode ilmiah modern di beberapa abad terakhir. Contohnya adalah karya Isaac Newton yang berjudul “Philosophiae Naturalis Principia Mathematica” atau yang jika diartikan menjadi “Prinsip Matematis Filsafat Alam”.

Menurut Sciences Society, lingkungan alam bisa dibedakan berdasarkan beberapa karakteristik, yakni:

1) Ekologi lengkap. Berfungsi sebagai sistem alami, tanpa intervensi manusia yang besar. Termasuk di dalam unsur ini adalah semua vegetasi, mikro organisme, tanah, batuan, suasana, fenomena alam yang terjadi dalam batas-batas dan sifat mereka.

2) Sumber daya alam universal. Unsur ini meliputi fenomena fisik dimana tidak jelas batas-batasnya, misalnya udara, air, iklim, energi, radiasi, muatan listrik, magnet. Unsur lingkungan hidup jenis ini tidak berasal dari aktifitas manusia.

Unsur Penyusun Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup terdiri dari berbagai kumpulan setiap interaksi dari berbagai unsur yang ada pada suatu lingkungan. Unsur-unsur penyusun lingkungan hidup tersebut sebenarnya bisa dibagi menjadi tiga bagian. Antara lain unsur biotik, unsur abiotik dan unsur sosial. Berikut penjelasan masing-masing unsur tersebut.

  • Unsur Biotik

Unsur biotik adalah unsur atau komponen yang terdiri dari berbagai macam makhluk hidup yang ada di bumi ini atau pada lingkungan tertentu sebagai contoh kecilnya. Contoh dari lingkungan hidup biotik adalah manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di suatu lingkungan.

  • Unsur Abiotik (Non-Biotik)

Unsur abiotik merupakan sebuah tempat atau kondisi di suatu lingkungan yang menjadikannya sebagai penyusun bentuk untuk mendukung terjadinya suatu hal yang dinamakan lingkungan. Contohnya adalah air, tanah, udara, bebatuan dan benda mati lainnya.

  • Unsur Sosial Budaya

Unsur sosial budaya adalah unsur yang terbentuk dari aktivitas sosial dan kebudayaan yang dilakukan oleh manusia. Unsur ini membentuk sebuah sistem yang terdiri dari nilai, gagasan dan keyakinan atas perilaku sebagai makhluk sosial.

Yang termasuk dalam unsur sosial budaya adalah perilaku, adat istiadat dan berbagai hasil penemuan yang ditemukan manusia di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai. Contohnya suaka marga satwa atau kebun binatang yang merupakan hasil pengembangan dari hutan buatan manusia.

Dampak Kerusakan Lingkungan

Kerusakan lingkungan terjadi dan bisa diakibatkan oleh alam. Peristiwa alam yang hebat bisa membuat alam di sekitarnya terkena dampak yang signifikan. Sehingga hal ini membuat keseimbangan lingkungan hidup menjadi tergoyah.

Untuk lebih jelasnya berikut adalah contoh kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh alam:

  • Gunung Meletus

Ketika gunung meletus, gunung akan mengeluarkan lava, lahar dan material padat lain yang berasal dari dalam bumi. Material ini juga terbagi menjadi beberapa sifat. Seperti panas, beruap serta membawa debu-debu vulkanis yang bisa mengganggu kehidupan makhluk hidup di sekitarnya.

Dampak dari letusan gunung adalah matinya lingkungan hidup yang ada di wilayah yang dilalui oleh lahar, debu ataupun lava. Di samping itu tanah yang menjadi unsur kehidupan makhluk hidup juga rusak lantaran terbawa aliran lahar.

  • Gempa Bumi dan Tsunami

Gempa bumi merupakan bencana alam yang terjadi akibat pergerakan tanah pada lapisan endogen. Semakin jauh jarak pergeseran yang terjadi, mak semakin besar gempa yang terjadi pada permukaan tanah.

Hal tersebut mengakibatkan kerusakan yang sangat parah di permukaan bumi bagi setiap makhluk hidup. Bila pergeseran lapisan endogen bui ini terjadi di bawah permukaan laut maka bisa memicu terjadinya tsunami.

Akibat bencana tsunami juga tak kalah berbahaya dari gempa bumi. Sebab lingkungan hidup yang ada di laut maupun di daratan bisa rusak.

  • Angin Ribut atau Badai

Bencana selanjutnya adalah angin ribut atau badai. Bencana ini terjadi lanaran adanya perbedaan tekanan yang sangat mencolok pada suatu daerah. Biasanya badai terjadi di daerah yang jauh dari pegunungan.

Perbedaan ini membuat angin bertiup lebih kencang dari biasanya. Sehingga menyebabkan munculnya putaran angin di satu titik sehingga terjadilah badai. Bencana ini mengacu aktivitas makhluk hidup yang tinggal di tempat tersebut. Badai bisa merusak bangunan, sarana umum, tanaman hingga mengganggu penerbangan.

  • Tanah Longsor

Bencana ini sebenarnya dapat dikategorikan sebagai kerusakan yang terjadi lantaran ulah manusia. Akan tetapi dalam beberapa kondisi tanah longsor juga diakibatkan oleh alam. Bencana ini diakibatkan oleh kerusakan struktur tanah yang ada di lingkungan tersebut. Biasanya karena minimnya tanaman dan juga angin yang mengikis terlalu dalam di daerah perbukitan.

Akibat tanah longsor banyak tanaman, tempat tinggal bahkan hingga hewan ternak yang menjadi korbannya. Sarana prasarana di sekitar daerah yang terkena longsor juga bisa terkena imbasnya. Aktivitas manusia juga menjadi terganggu.

  • Banjir

Banjir merupakan salah satu bencana yang rutin terjadi di Indonesia. Bencana ini bisa diakibatkan oleh manusia sendiri ataupun alam. Banjir yang alami terjadi lantaran tanah dan tanaman yang sudah tidak mampu menyerap dan menampung air yang ada. Biasanya banjir terjadi pada saat musim hujan yang terjadi terlalu lebat dan datang terus-menerus.

Akan tetapi untuk banjir yang diakibatkan oleh manusia bisa terjadi meski hujan di lingkungan tersebut tidak terlalu lebat. Hal ini biasanya terjadi lantaran minimnya tanaman akibat penggundulan hutan. Atau juga bisa terjadi lantaran buruknya kualitas tanah yang berfungsi sebagai daerah resapan air.

Hal ini menyebabkan rusaknya tanaman, hancurnya habitat di wilayah tersebut hingga rusaknya fasilitas yang ada di sekitarnya. Banjir juga bisa mengganggu aktivitas manusia bahkan juga dapat memicu munculnya berbagai penyakit.

  • Kemarau Panjang

Musim kemarau yang berkepanjangan bisa terjadi lantaran adanya penyimpangan iklim. Musim kemarau ini terjadi di suatu wilayah lebih lama dari biasanya.

Akibatnya sumber mata air surut atau bahkan hilang. Sehingga makhluk hidup yang tinggal di sekitarnya bisa kesulitan untuk mendapatkan air. Tidak hanya itu, kemarau juga bisa mengakibatkan kebakaran tanaman lantaran sinar matahari yang terlalu panas.

Lingkungan Hidup dan Permasalahannya

Lingkungan yang kita tempati saat ini tidak lepas dari beberapa masalah. Permasalahan lingkungan hidup mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya populasi manusia dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. Permasalahan ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, namun juga di seluruh dunia. Di bawah ini adalah permasalahan tersebut:

  1. Pemanasan global yang menyebabkan meningkatnya suhu lautan dan permukaan bumi sehingga mencairnya es di kutub. Kemudian, meningkatnya permukaan air laut dan juga perubahan pola alami musim yang berakibat terciptanya bencana banjir bandang, salju berlebihan atau penggurunan.
  2. Pencemaran lingkungan berupa pencemaran udara, pencemaran air dan pencemaran tanah. Untuk lebih memahaminya, baca artikel pengertian pencemaran lingkungan.
  3. Penipisan sumber daya alam sehingga memicu konflik antar negara dan kawasan.
  4. Punahnya keanekaragaman hayati, baik itu tumbuhan atau satwa liar.
  5. Penggundulan hutan dan deforestasi.
  6. Pengasaman laut. Ini adalah dampak langsung dari produksi CO2 yang berlebihan.
  7. Penipisan lapisan ozon dan efek rumah kaca.
  8. Terjadinya hujan asam yang disebabkan karena proses pembakaran bahan bakar fosil atau meletusnya gunung berapi. Ia dapat pula terjadi karena vegetasi busuk yang melepaskan sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke atmosfer.
  9. Rekayasa genetika untuk memproduksi makanan atau pertanian. Modifikasi genetik makanan berpotensi meningkatkan racun dan penyakit.

Manfaat Lingkungan

Lingkungan yang mempunyai kualitas baik sangat dibutuhkan untuk terciptanya kehidupan manusia yang sehat, aman dan juga sejahtera. Kualitas tersebut bisa dikatakan baik bila keadaan unsur hayati maupun unsur fisik yang ada dapat mendukung kehidupan berbagai spesies. Hal ini bisa dilihat dengan mengetahui daya dukung lingkungan bagi kehidupan.

Akan tetapi daya dukung lingkungan bukan berarti tidak ada batasnya. Ia mempunyai batasan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Dengan kata lain daya dukung lingkungan mengalami penurunan kualitas atau kuantitas sekaligus. Bila terjadi maka ia tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Menurunnya kualitas lingkungan bisa membuatnya kehilangan berbagai manfaat bagi makhluk hidup. Berbicara soal pengertian lingkungan, ada beberapa manfaat yang bisa kita rasakan. Manfaat lingkungan antara lain:

  • Menyediakan sumber makanan, oksigen, wisata, pendidikan, obat-obatan.
  • Manfaat tumbuhan dan satwa liar dalam menyerap karbon. Kemudian manfaat kelelawar dalam penyerbukan bunga, buah seperti durian. Peran kerang atau tiram dalam menetralisir zat pencemaran laut.
  • Manfaat alam menyediakan berbagai sumber obat-obatan, penelitian, pengetahuan, kesehatan.

Lingkungan Hidup dan Pelestariannya

Menjaga lingkungan tetap lestari merupakan kewajiban umat manusia. Sebab manusia membutuhkan sumber daya alam untuk berkembang biak dan melangsungkan hidup. Seluruh sumber daya tersebut tersedia di alam. Bila rusak atau hilang, maka hidup manusia akan terganggu, bahkan bisa mengakibatkan kepunahan.

Ada banyak cara untuk hidup ramah lingkungan yang bisa kita lakukan demi melestarikan lingkungan. Berikut adalah cara melestarikan lingkungan yang sederhana dan bisa kita lakukan sendiri:

  • Mengumpulkan sampah organik yang kita hasilkan. Kemudian jadikan pupuk kompos.
  • Kurangi penggunaan kantong plastik ketika berbelanja. Menggunakan tas khusus, misalnya tas kain, yang dapat anda pakai berulang kali.
  • Tanam pohon sebanyak mungkin. Bergabung dengan organisasi yang melakukan aktifitas penanaman pohon sangat dianjurkan sehingga anda juga dapat belajar cara menanam yang baik.
  • Kurangi frekuensi perjalanan, jika tidak terlalu dibutuhkan. Selain menghemat pengeluaran, kita juga menghemat BBM. BBM berasal dari bahan bakar fosil dan merupakan sumber utama pencemaran udara.
  • Gunakan transportasi umum untuk transportasi sehari-hari, misalnya menggunakan busway di Jakarta.
  • Kumpulkan sampah yang bisa didaur ulang seperti botol plasti, botol kaca, baterai, besi. Jual atau berikan kepada pengepul (tukang butut). Ini merupakan salah satu cara menghasilkan uang dari sampah, selain beramal tentunya.
  • Jika memungkinkan, pisahkan sampah yang dapat terdegradasi secara alamiah, bisa didaur ulang limbah, dan sampah non-biodegradable.
  • Mengurangi jumlah daging yang kita makan. Tahukah anda bahwa peternakan sapi menghasilkan jumlah gas metana?. Gas ini merupakan penyumbang terbesar dalam menciptakan efek rumah kaca dan pemanasan global.
  • Untuk melestarikan alam, membentuk kawasan konservasi alam seperti taman nasional, suaka margasatwa. Menetapkan satwa dan tumbuhan dilindungi adalah contoh pelestarian lingkungan hidup lainnya.

Leave a Comment